Sabtu, 13 Maret 2010

Tanaman obat untuk TBC Paru-paru


Penyebab Penyakit TBC :
• Pola makan yang kurang sehat, seperti terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung zat pengawet.
• Pola hidup yang kurang sehat, seperti kurang berolahraga dll.
• Terlalu banyak merokok
• Terlalu banyak minum minuman beralkohol.
Penyakit TBC paru-paru ditularkan melalui percikan dahak atau batuk penderita TBC Bayangan kita penyakit TBC adalah penyakit menular yang menyerang organ paru-paru, tetapi sebenarnya penyakit TBC kecuali menyerang paru-paru juga bisa menyerang organ tubuh lain seperti sendi, perut, tulang, dan selaput otak.
Ketika seseorang mempunyai penyakit TBC, dan ia batuk akan melepaskan bakteri ke udara dan ketika orang lain menghirup kuman itu, dia juga berpotensi mendapat penyakit yang sama. Oleh sebab itu TBC menyebar secara mudah ketika orang-orang yang hidup dalam kondisi terbatas dan penuh sesak.
Gejala pengidap TBC :
Penderita TBC ditandai dengan batuk kronis yang tidak mau sembuh, badan tambah kurus, berkeringat di pagi hari, dan mungkin sampai batuk darah.
1. Panas subferil ( panas yang sedang-sedang saja ).
2. Perasaan mudah lelah, pegal-pegal dan nafsu makan menurun drastis.
3. Gejala dasar TBC tampak pada keluhan batuk dan sesak nafas.
4. Perut terasa nyeri dan mual-mual.
5. Berat badan berkurang secara drastis.
Cara mencegah penyakit TBC :
• Hindari atau kurangi merokok.
• Hindari minun minuman beralkohol.
• Jangan terlalu sering mengkonsumsi makanan siap saji, karena biasanya mengandung zat-zat yang kurang baik untuk tubuh.
• Biasakan berolahraga secara teratur, minimal 30 menit sehari.
• Melakukan imunisasi BCG.
• Menghindari penderita TBC, ketika sedang batuk.
• Segera berobat ke dokter kalau batuk semakin parah.
Pengobatan dengan ramuan tradisional tidak dapat melebihi pengobatan modern, tapi dapat mendukung penyembuhan penyakit TBC.
Tanaman obat yang dapat digunakan untuk TBC :
1. Pegagan ( Centella asiatica cijurb ). Pegagan dikenal juga sebagai daun kaki kuda (Jakarta), antanan gede (Sunda), kori-kori (Halmahera), kolotidi menora (Ternate), gagan-gagan, gangagan, kerok batok, pantegowang, panigowang, rendeng (Jawa). kostekosan (Madura), pagaga (Makasar), daun tungke (Bugis).
2. Singawalang ( Pertiveria alliacea )
3. Bunga tembelekan (Lantana camara). Nama lain bunga tembelekan adalah bunga pagar atau kayu Singapura. Di Sunda kerap disebut kembang satek, saliyara, tai ayam atau tai kotok. Sedangkan di Jawa kadang disebut oblo, puyengan, pecengan, atau waung
4. Bambu tali ( Asparagus cochinchinensis ). Bambu tali atau bambu apus juga disebut awi tali (Sunda), deling apus, deling tangsul, jajang pring (Jawa) atau tiing tali, tiing tlantan (Bali).
5. Daun legundi ( Vitex negundo L )., punya nama alias gendarasi (Palembang) atau langgundi (Minangkabau)
6. Biji pronojiwo ( Euhrseta horfieldii Benn ).
7. Bidara upas ( Merremia mammosa ).
8. Daun gandapura ( Gaultheria fragrantissima ).
9. Daun sirih ( Piper Betle )
10. Daun salam koja ( Muraya koenigii )
11. Lobak cina ( Raphanus Sativa )
12. Nanas Kerang ( Rhoeo spathacea swartz )
13. Beluntas ( Pluchea indica )
14. Sambiloto ( Andrographis paniculata Ness ).
15. Lempuyang wangi ( ngeber Aromaticum ). Lempuyang nuum, lempuyang wangi (Sunda)
16. Kembang Sepatu ( Hibiscus Rosasinensis Linn ). Bugong raja (Aceh), Soma-soma (Nias), Kembang wara (Sunda), Wora-wari (Jawa), bungo rabhang (Madura).
17. Bawang putih ( Allium sativum L ). Sumatera lasun, bawang mentar, lasuna, bawang bodas (sunda), bawang (Jawa), Bhahang Poti (Madura).
Cara Pemakaian :
1. Pegagan : Cuci 30 – 60 g pegagan segar, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas, dan diminum 3 kali sehari. Untuk TB kulit, lumatkan pegagan, kemudian tempelkan pada bagian yang sakit. Atau : Daun pegagan 10 gram, daun waru lengis 10 gram, widoro upas 25 gram, daun legundi 10 gram, parutan kencur 5 gram. Semua bahan direbus airnya disaring, lantas diminum. Atau : Daun pegagan 15 gram, daun waru lengis 10 gram, pupus daun legundi 15 gram, widoro upas 10 gram, direbus dan disaring, airnya diminum. Atau 1 genggam daun kaki kuda, 7 lembar daun kapuk randu, 1 gelas gula batu direbus dan disaring, airnya diminum.
2. Singawalang : 5 lembar daun Singalawang yang telah dicuci bersih ditumbuk sampai halus. Hasil tumbukan diseduh dengan air panas, dibubuhi garam dan gula merah secukupnya. Aduk sampai larut, saring dan minum setelah dingin. Frekuensi meminumnya dua kali sehari.
3. Tembelekan : gunakan bunga tembelekan kering sebanyak 6 – 10 g, direbus dalam 3 gelas air bersih sampai air rebusannya tersisa separuh. Setelah dingin, air rebusan itu disaring, dibagi untuk 3 kali minum (pagi hari, siang, dan sore) masing-masing setengah gelas.
4. Bambu tali : Bagian yang digunakan untuk obat adalah umbi/rebungnya. Untuk mengatasi penyakit tuberkulosis yang disertai batuk darah, digunakan 6 – 12 g umbi/rebung kering bambu tali, direbus dalam 1,5 gelas air. Air rebusannya diminum dalam keadaan hangat dua kali sehari, sampai penyakit sembuh
5. Legundi : Untuk menggunakannya, 3/5 genggam daun Legundi dicuci bersih, lalu direbus dengan air bersih sebanyak 3 gelas, sampai air rebusannya tinggal 3/4 gelas saja. Sesudah dingin, disaring lalu diminum dengan madu secukupnya. Frekuensi minumnya 3 kali sehari.
6. Pronojiwo : Untuk pengobatan diperlukan 3/4 sendok teh serbuk biji pronojiwo, diseduh dengan air panas sebayak 1/2 cangkir dan madu 1 sendok makan. Dalam keadaan suam-suam kuku, ramuan diminum 3 kali sehari.
7. Kembang sepatu : 3 kuntum bunga kembang sepatu dicuci bersih, lalu digiling halus, diberi air masak 1/2 cangkir dan madu 1 sendok makan, kemudian diperas dan disaring. Ramuan diminum tiga kali sehari.
8. Bidara upas : Ambilah 1/3 jari bidara upas, dicuci bersih lalu diparut, diberi air masak 1 sendok makan dan madu 2 sendok teh, diperas dan disaring., diminum tiga kali sehari
9. Gandapura : Diperlukan 1 sendok makan serbuk kering daun gandapura. Bahan itu diseduh dengan air panas 3/4 cangkir dan madu 1 sendok makan. Seduhan diminum dalam keadaan suam-suam kuku. Frekuensinya 3 kali sehari.
10. Daun sirih, daun Salam koja dan Lobak cina di rebus ke dalam air secukupnya, lalu air rebusan tersebut diminum secara rutin setiap hari.
11. Nanas kerang : 15 - 30 gr daun Nanas kerang direbus, disaring, airnya diminum.
12. Beluntas : Minum air hasil saringan daun beluntas yang dihaluskan.
13. Lempuyang wangi : Akar rimpang lempuyang wangi 1 genggam di cuci bersih dan dipotong-potong lalu direbus dengan air bersih 5 gelas hingga tinggal setengahnya. Didinginkan dan disaring. Diminum 2 kali sehari ¾ gelas.
14. Bawang putih : Bawang putih 2-4 butir, dicuci bersih, dikunyah dan airnya ditelan.
15. Sambiloto : Daun sambiloto kering 1 genggam, digiling halus hingga menjadi bubuk, setelah itu ditambahkan sedikit madu dan dibuat bulatan-bulatan pil berdiameter sekitar 0,5 cm. Diminum dengan air matang 2 – 3 kali sehari. Sekali minum dapat 15 – 30 pil
Pantangan :
Penyakit ini juga mempunyai pantangan bagi penderitanya, yaitu TOGE.Jadi jangan terlalu banyak makan toge kalau sedang terkena TBC, syukur-syukur tidak sama sekali

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar